DPPPAPPKB Kotim dan IBI Kotim Membuka POSKO MUDIK Arus Mudik dan Arus Balik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri Tahun 1447H / 2026M di Kawasan Terminal dan Pelabuhan Sampit

Kepala Dinas PPPAPPKB Kotim bersama tim Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, IBI Kotim dan Penyuluh KB MB Ketapang dan Baamang

Sampit – Suasana arus mudik Lebaran di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tahun ini menghadirkan nuansa berbeda. Selain layanan kesehatan dan pengamanan, para pemudik kini juga dapat memanfaatkan layanan Keluarga Berencana (KB) secara gratis.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim dalam hal ini dilaksanakan oleh Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menghadirkan posko pelayanan KB di beberapa titik strategis. Lokasi tersebut meliputi Terminal Patih Rumbih dan kawasan pelabuhan.

Kepala Dinas P3AP2KB Kotim, dr. Achmad Yusi, menyampaikan bahwa posko ini mulai beroperasi sejak 17 Maret hingga 25 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari Program Bangga Kencana yang bertujuan menjaga kualitas keluarga meskipun masyarakat sedang dalam perjalanan mudik.

Dalam pelaksanaannya, layanan KB yang diberikan bersifat terbatas, seperti pembagian pil KB, kondom, suntik KB, serta layanan konseling. Seluruh layanan tersebut dapat diakses secara gratis oleh para pemudik. Selain itu tim dari Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yang dipimpin oleh Yulia Kartika Sari, SH., M.A.P dan Staf Bersama Tim Penyuluh KB Wilayah Kecamatan MB Ketapang dan Baamang turut serta memberikan sosialisasi tentang program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) secara langsung kepada pemudik.

Pelayanan ini berlangsung selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran, dengan dukungan tenaga dari IBI, Dinas Kesehatan, serta penyuluh KB di masing-masing kecamatan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pembangunan keluarga melalui Program Bangga Kencana, sekaligus sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat yang tengah melakukan perjalanan mudik.

Lebih lanjut, Yusi menjelaskan bahwa setiap posko minimal dijaga oleh dua petugas, dan jumlahnya dapat ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membantu pemudik yang kerap melewatkan jadwal KB di tengah kesibukan perjalanan.

“Seringkali pemudik lupa dengan jadwal atau masa berlaku KB mereka. Melalui layanan ini, kami hadir untuk memberikan solusi dengan pelayanan KB terbatas,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IBI Kotim, Mursyidah, menyampaikan bahwa pihaknya turut mendukung program tersebut dengan menurunkan tenaga bidan yang siaga di setiap posko.

“Sejalan dengan jargon kami, di mana ada pelayanan KB, di situ ada bidan. Kami berperan dalam memberikan layanan, sementara penyediaan obat-obatan difasilitasi oleh dinas,” jelasnya.

Adapun sasaran utama dari layanan ini adalah pasangan usia subur yang berpotensi melewatkan jadwal KB karena fokus pada perjalanan mudik.

Melalui program ini, diharapkan para pemudik tetap dapat menjaga kesehatan sekaligus perencanaan keluarga, sehingga perjalanan mudik tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga tetap berkualitas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *