SAMPIT – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dilaksanakan di Aula DPPPAPPKB Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DPPPAPPKB Kabupaten Kotawaringin Timur, dr. Achmad Yusi, serta berbagai unsur yang tergabung dalam Tim Pengendali Genting Kabupaten Kotawaringin Timur.

Rakor ini dilaksanakan oleh Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Penyuluhan dan Penggerakan DPPPAPPKB Kotim sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan Program Genting di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Penyuluhan dan Penggerakan, Rudy Rakhmady, S.KM., M.A.P, memaparkan pelaksanaan dan arah penguatan Program Genting, khususnya dalam memastikan dukungan terhadap keluarga yang memiliki risiko stunting dapat diberikan secara terpadu dan tepat sasaran.

Rakor juga diikuti Tim Pengendali Genting yang terdiri dari unsur Inspektorat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, SDA, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perikanan, BKAD, Disdukcapil, Bapperida, BPS, RSUD dr. Murjani, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Administrasi Pembangunan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, TP PKK, GOW, Baznas, Dhuafa, PT Charoen Pokphand Jaya Farm, serta Kader Genting.

Dalam forum tersebut, masing-masing unsur diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, maupun perkembangan dukungan yang telah dilakukan dalam rangka pelaksanaan Program Genting.

Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan berasal dari Baznas Kabupaten Kotawaringin Timur melalui program pembangunan rumah layak huni. Dari tiga unit rumah yang menjadi bagian dari dukungan tersebut, dua unit di antaranya saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Selain itu, dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting juga diberikan oleh pihak swasta. PT Charoen Pokphand Jaya Farm turut memberikan bantuan nutrisi berupa telur yang diperuntukkan bagi sasaran keluarga berisiko stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Melalui Rakor Genting ini, diharapkan koordinasi antarinstansi, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta kader di lapangan semakin kuat sehingga setiap bentuk dukungan dapat terintegrasi dan memberikan manfaat langsung kepada keluarga sasaran.

Program Genting menjadi salah satu bentuk gerakan bersama yang menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Dengan dukungan berbagai pihak, intervensi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan dan nutrisi, tetapi juga mencakup dukungan sosial serta peningkatan kualitas kehidupan keluarga.

DPPPAPPKB Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong agar kolaborasi yang telah terbangun melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *